Di kepulauan Seribu akan ditambah ATM

Bupati Kepulauan Seribu, Asep Syarifudin mengakui terbatasnya ATM dan gerai bank di sana adalah masalah yang kerap dikeluhkan warga. Sehingga, salah satu program kerja utamanya adalah menambah jumlah ATM dan gerai bank.

“Tiga bulan saya jadi bupati, masalah yang dikeluhkan warga itu ATM dan bank. Karena itu, langsung saya surati bank-bank,” ujar Asep kepada Tempo, Kamis, 19 September 2013.

Bank-bank yang ia surati meliputi bank pembangunan daerah, bank milik negara, dan bank swasta seperti Bank DKI, BCA, dan Mandiri. Menurutnya, surat sudah dikirim kurang lebih dua bulan lalu. Balasan terakhir yang ia dapat, pengadaan ATM dan gerai bank itu tengah dibahas dan dipertimbangkan.

Namun, ia sadar membujuk bank membuka cabang di Kepulauan Seribu tidak mudah karena alasan biaya operasional. “Bank itu kan rata-rata orientasinya profit, jadi saya bisa mengerti kalau mereka menimbang-nimbang kemungkinan menaruh ATM dan gerai di sini,” Asep berujar.

Sehingga, ia menyebut, apabila bank sudah memutuskan untuk menambah jumlah ATM dan gerai di Kepulauan Seribu, ia akan mengusulkan pemasangannya di tempat-tempat padat wisatawan. Kegiatan ekonomi memang banyak berlangsung di tempat wisatawan berkumpul.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Kepulauan Seribu mengeluhkan minimnya ATM. ATM baru ada di Pulau Kelapa, Pulau Pramuka, dan Tidung. Seluruhnya jenis Bank DKI. Gerai bank yang ada pun baru tiga, lagi-lagi hanya dari Bank DKI. Salah satunya berada di Pulau Pramuka yang menjadi pusat Kepulauan Seribu.

sumber : tempo.co